in Tips Dunia Kerja

Jenis Cuti yang Berhak Didapatkan Karyawan

JobSmart Indonesia

Selama bulan ramadhan, selain menunggu datangnya THR, sebagian besar karyawan juga berniat untuk mengajukan cuti. Walaupun pada saat hari raya lebaran sudah diliburkan karena tanggal merah, namun masih ada beberapa karyawan yang ingin memperpanjang masa liburannya untuk berkumpul bersama sanak saudara.

Jadi, sebelum kamu mengajukan cuti kepada atasanmu, kenali dulu jenis cuti berikut ini:

Cuti Tahunan

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap tenaga kerja berhak memperoleh 1 hari cuti dalam sebulan atau 12 hari dalam setahun. Pemberian cuti ini tergantung pada wewenang yang dimiliki oleh perusahaan. Ada perusahaan yang memberikan cuti tahunan pada karyawan yang sudah bekerja selama satu tahun, namun ada juga yang memberikan jatah cuti tersebut walaupun karyawan tersebut belum bekerja selama satu tahun.

Jika karyawan tersebut tidak menggunakan jatah cuti tahunannya, ada perusahaan yang menghanguskan jatah cuti tersebut, namun ada juga yang menggantikannya dengan memberikan sejumlah uang kompensasi sesuai dengan sisa cuti karyawannya. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya tanyakan kepada hrd perusahaanmu, ya.

Cuti sakit

Jika kamu mengalami sakit, kamu pun berhak untuk mendapatkan cuti dengan menyertakan surat dokter. Bagi kaum wanita pun juga memperoleh keistimewaan yaitu mendapatkan jatah cuti ketika sedang menstruasi atau cuti haid yang juga tercantum dalam undang-undang.

Jatah cuti yang diberikan untuk cuti haid adalah ketika karyawan perempua itu sedang mengalami menstruasi pada hari yang pertama dan juga kedua. Sementara untuk cuti sakit, tergantung dari waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan kondisi dari karyawan yang tentu saja tercantum dalam surat keterangan yang diberikan oleh dokter.

Cuti melahirkan

Cuti ini diberikan kepada karyawan perempuan yang akan melahirkan. Cuti ini dapat dipergunakan sebelum, saat dan sesudah melahirkan. Lamanya cuti melahirkan adalah 3 bulan dengan aturan 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 sesudah melahirkan.

Ada juga aturan jika karyawan perempuan tersebut mengalami keguguran maka berhak memperoleh waktu untuk istirahat selama 1,5 bulan atau tergantung dari surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan.

Cuti besar

Cuti besar atau yang biasa disebut istirahat panjang adalah cuti yang diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja pada satu perusahaan dalam waktu yang cukup lama. Tapi, tidak semua perusahaan memberikan cuti besar ini kepada karyawannya. Maka dari itu, jika kamu ingin menggunakan cuti besar untuk melaksanakan liburan, sebaiknya tanyakan kembali kebijakan yang dimiliki oleh perusahaanmu.

Cuti alasan penting

Ada berbagai macam alasan penting untuk cuti yang sering diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Misalnya untuk karyawannya yang ingin menikah akan mendapatkan jatah cuti sebanyak 3 hari. Sementara jika anaknya yang akan menikah, mendapat jatah cuti 2 hari.

Begitupun dengan karyawan pria yang mempunyai istri yang sedang melahirkan atau keguguran juga mendapat jatah cuti sebanyak 2 hari. Jika ada kemalangan seperti angora keluarga dekat seperti suami/istri, orang tua/mertua, anak ataupun menantu yang meninggal dapat memperoleh cuti sebanyak 2 hari. Sementara untuk anggota keluarga dalam satu rumah yang meninggal dapat jatah 1 hari cuti.

Cuti bersama

Cuti bersama ini berlaku pada saat hari raya keagamaan di hari yang kurang efektif diantara libur, akhir pekan. Bisanya cuti bersama ini sudah diatur oleh pemerintah dan tercantum di kalender nasional. Namun perlu diingat bahwa cuti bersama merupakan bagian dari cuti tahunan. Jadi jika kamu memutuskan untuk libur pada saat cuti bersama, itu akan mengurangi jatah cuti tahunanmu. Sementara jika kamu memilih untuk bekerja saat cuti bersama, hak cuti tahunanmu tidak akan berkurang.

Jadi, sudah tahu ingin mengajukan cuti yang mana?

Baca juga: Kenali Peraturan Pemerintah Mengenai THR

Related Posts