in Tips Dunia Kerja

Tips Mencari Kerja yang Sebaiknya Tidak Kamu Ikuti

JobSmart Indonesia

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pencari kerja saat berburu pekerjaan. Mulai dari melamar pekerjaan secara langsung ataupun online, pencari kerja juga sibuk membaca artikel mengenai tips mencari kerja. Namun tidak jarang tips tersebut justru membuatmu lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Berikut adalah tips kerja yang sebaiknya tidak kamu lakukan:

1. Melamar pada setiap posisi pekerjaan

Kamu ingin sekali bekerja di suatu perusahaan, dan kebetulan perusahan tersebut sedang membuka lowongan untuk beberapa posisi. Karena keinginanmu yang kuat untuk bekerja di perusahaan tersebut, akhirnya kamu melamar setiap posisi yang sedang dibuka. Peluangmu untuk dilihat oleh rekruter memang akan lebih besar. Tapi hal itu akan menurunkan kredibilitasmu sebagai sebagai seorang pekerja. Walaupun mungkin terlihat kamu bisa bekerja di posisi apa saja, tapi kamu tidak dilihat sebagai orang yang bisa menentukan pilihan.

2. Menitipkan lamaran pada resepsionis kantor

Banyak sekali yang berkata bahwa peluang untuk mendapatkan pekerjaan akan lebih besar jika kamu mengirimkan CV secara langsung ke kantor tersebut. Biasanya CVmu tidak akan langsung sampai di meja rekruter melainkan harus dititipkan terlebih dahulu ke resepsionis. Sebaiknya kamu tidak melakukan hal itu, karena tentu akan merugikan bagimu. Saat ini, rekruter cenderung melakukan screening melalui situs pencari kerja. Bahkan sudah ada yang menyaring kandidat bukan dari CVnya melainkan dari media sosial profesional yang dimilikinya. Jadi sebaiknya, gunakan cara yang lebih modern yaitu dengan melamar pekerjaan secara online dibandingkan menitipkan lamaran fisik di resepsionis kantor.

3. Tidak perlu membuat cover letter

Beberapa artikel menyarankan untuk tidak menyertakan cover letter pada surat lamaran. Padahal cover letter merupakan tiket masuk bagimu untuk mendapatkan perhatian dari rekruter. Cover letter yang ditulis dengan baik dapat membuatmu terlihat lebih profesional dan hal itu dapat meyakinkan rekruter untuk merekrutmu. Cover letter merupakan surat pembuka dimana kamu bisa menjelaskan tentang dirimu secara singkat dan juga kemampuanmu. Ibarat trailer dari sebuah film, peran cover letter juga menjadi sangat penting.

4. Menghubungi rekruter secara terus menerus

Menghubungi rekruter secara personal seringkali disarankan oleh beberapa artikel tips pencari kerja. Ya, itu bukanlah hal yang sepenuhnya salah, menanyakan tentang kepastian apakah kamu diterima atau tidak merupakan hal yang wajar. Tapi jika kamu menghubunginya secara terus menerus juga tidak baik. Kenapa? Hal itu bisa saja mengganggu pekerjaan dari rekruter tersebut. Sebaiknya tanyakan perihal lamaran yang kamu berikan melalui email dibandingkan mengirim pesan melalui whats app. Begitupun frekuensi kamu bertanya, sebaiknya jangan terlalu lama sering menghubungi rekruter, dan bertanya saat jam kerja pun akan lebih baik.

5. Menurunkan expected salary

Banyak profesional yang sengaja menurunkan ekspektasi gajinya agar kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut bisa lebih besar. Padahal hal itu akan menyusahkan diri sendiri. Sebab rekruter akan cenderung memberikan gaji lebih kecil daripada ekspektasi yang dimiliki oleh kandidat. Dan akhirnya kamu sendiri yang akan menyesal karena walaupun berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut tapi gajinya tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Maka dari itu, tentukan expected salary sesuai dengan keinginan dan juga standar bagi posisi yang kamu tujukan. Jika memang saatnya kamu akan mendapatkan pekerjaan, maka tidak akan ada penyesalan nantinya.

Sebelum mencari pekerjaan memang lebih mudah dengan mengetahui berbagai tips yang dapat membantu mendapat pekerjaan dengan cepat. Tapi perhatikan juga, apakah tips jika dilakukan dapat berguna atau justru mempersulit diri untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tetapi yang terutama, haruslah tetap berusaha dan pantang menyerah.

Baca juga : Tips Berburu Pekerjaan di Bulan Puasa

Related Posts