in Tips Dunia Kerja

Tips Berburu Pekerjaan di Bulan Puasa

JobSmart Indonesia

 

Sudah mau bulan puasa tapi masih belum bekerja? Bingung saat lebaran harus jawab apa ketika kerabat kerja dimana?

Tenang, masih ada waktu untukmu menemukan pekerjaan sebelum hari lebaran. Asalkan kamu masih semangat mencari kerja dan juga menggunakan cara yang tepat, bukan mustahil kamu akan mendapatkan pekerjaan di bulan Ramadhan.

Berikut hal-hal yang harus kamu perhatikan saat ingin mencari pekerjaan di bulan puasa:

1. Daftar di situs pencari kerja

Sekarang sudah banyak situs pencari kerja yang ada di Indonesia. Semuanya itu bisa kamu manfaatkan, terutama pada saat bulan puasa. Kamu tidak perlu berjalan-jalan keluar masuk kantor untuk menaruh surat lamaran. Kamu hanya perlu aktif dan rajin membuka situs pencari kerja dan melamar pekerjaan yagn sesuai dengan minatmu.

Mencari pekerjaan disitus pencari kerja juga harus teliti dan aktif. Pastikan kamu melengkapi semua data diri dan harus menyelesaikan persyaratan dari situs pencari kerja tersebut agar kesempatanmu dilirik oleh perusahaan akan semakin besar.

2. Aktif di sosial media

Keaktifanmu di sosial media juga dapat mempengaruhi apakah kamu akan mendapatkan pekerjaan atau tidak. Sekarang, lowongan kerja juga sering diberitahukan melalui sosial media, seperti linkedin. Selain aktif di sosmed, kamu juga dapat menerima informasi lowongan kerja dengan lebih mudah.

Tidak hanya itu, rekruter pun sekarang senang melihat sosial mediamu untuk mencari tahu siapa dirimu. Jadi perhatikan postingan dari sosial mediamu, jangan sampai apa yang kamu posting itu dapat membuat dirimu terlihat buruk dimata rekruter dan tidak jadi mendapat pekerjaan. Sebaliknya gunakanlah sosial mediamu itu sesuai dengan kemampuanmu ataupun hal-hal yang positif.

3. Ikuti psikotest online

Mengikuti psikotes adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh kandidat saat melamar pekerjaan. Ada beberapa perusahaan yang mengharuskan kandidat untuk datang ke kantor demi mengikut psikotest. Tapi ada juga perusahaan yang menyelenggarakan psikotes online bagi para kandidatnya. Tentunya hal ini akan lebih mudah bagi kandidat, terutama di bulan puasa agar tidak perlu bepergian dan dapat melakukan testnya dari rumah saja.

Mengerjakan psikotes secara online juga dapat memberikan keuntungan bagimu dibandingkan melakukannya langsung dikantor. Kamu tidak perlu berdandan rapi hanya untuk mengerjakan tugas. Kamu bisa mengerjakannya bahkan dari kamar tidurmu. Kamu pun tidak perlu mengalami gangguan dari orang yang ada disekitarmu seperti saat melakukan psikotest bersama banyak orang. Maka dari itu, manfaatkan psikotest online yang dianjukan oleh perusahaan.

4. Buat video interview online

Tidak hanya psikotest yang bisa dilakukan secara online, tapi interview juga bisa lho. Sudah banyak perusahaan yang melakukan interview secara online dengan kandidatnya. Biasanya hal itu dilakukan oleh perusahaan asing yang memang lebih sering memanfaatkan teknologi dalam proses rekrutmennya. Tapi bukan berarti perusahaan lokal di Indonesia tidak melakukan hal yang sama.

Seperti fitur video interview yang dimiliki oleh JobSmart yang bisa kamu gunakan untuk menunjukan apa kemampuan melalui video. Rekruter hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menentukan apakah kandidat itu sesuai dengan yang dibutuhkannya atau tidak. Maka dari itu, manfaatkan kemampuanmu dengan baik agar tidak dapat menarik perhatian dari rekruter.

5. Siapkan diri untuk wawancara langsung

Setelah berusaha secara online, mulai dari mencari kerja, psikotest hingga membuat video interview, kamu pun harus mempersiapkan diri untuk melakukan wawancara secara langsung. Baik itu dari penampilan maupun hal lain yang dapat mempengaruhi penilaian rekruter terhadapmu.

Tahapan wawancara langsung itu masih sering dilakukan oleh banyak perusahaan untuk memastikan kandidat tersebut dapat diterima atau tidak.

Setelah melakukan kelima hal diatas, jangan lupa untuk tetap berdoa agar diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan juga minatmu. Jangan sampai kamu salah memilih pekerjaan dan akhirnya menjadi beban bagi dirimu.

Baca juga: Jangan Jadikan Puasa Alasan Tidak Semangat Bekerja

Related Posts