in Tips Dunia Kerja

Etika Bekerja di Perusahaan

JobSmart Indonesia

Etika merupakan sebuah hal yang penting dalam kehidupan. Sebab hal itu dapat menentukan bagaimana persepsi orang lain kepada kita dan juga bagaimana orang tersebut merespon sikap kita. Begitupun dalam pekerjaan, baik buruknya tindakan kita akan menjadi mempengaruhi pandangan orang lain dan juga mempengaruhi profesionalitas. Untuk itu, berikut etika bekerja di perusahaan:

1. Menghadiri konferensi

Jika Anda diundang untuk menjadi pembicara dalam sebuah konferensi, pastikan kamu sudah mempersiapkan diri. Karena Anda tidak hanya mewakili diri sendiri saja, tapi juga membawa nama baik perusahaan. Kredibilitas secara pribadi dan juga profesionalitas yang menjadi taruhannya.

Maka dari itu, datanglah lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Datang lebih awal juga akan membuatmu lebih tenang dan siap untuk mengikuti konferensi. Begitu pun jika Anda menggunakan media untuk menyampaikan presentasi. Lakukan pengecekan kembali sebelum acara itu dimulai. Kadang hal teknik bisa menjadi kendala dalam sebuah konferensi dan akhirnya bisa menimbulkan persepsi yang kurang baik dari para hadirin yang lain.

2. Kesopanan

Dari kecil  tentu kita sudah diajari sopan santun oleh kedua orang tua kita. Dalam berbicara ataupun bersikap haruslah dengan sopan kepada siapapun. Menjaga sopan itu harus selalu dilakukan kapan pun dan dimana pun. Sekarang banyak karyawan yang menjadi sopan hanya ketika diawasi oleh atasannya saja atau sedang diawasi oleh kamera. Begitu sudah melewati jam kerja, kesopanan itu sudah tidak ada lagi.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa tentulah ini menjadi faktor penting. Bagaimana orang lain mau menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan ketika karyawannya tidak bisa bersikap sopan kepada orang lain.

3. Makanan dan minuman

Berbicara tentang makanan dan minuman di kantor merupakan hal yang asing lagi. Apalagi jika kantor menyediakan fasilitas pendingin makanan atau yang lainnya. Jangan sekali-kali mengambil apa yang bukan milikmu. Kadang kala hal itu seringkali terjadi, padahal itu bukanlah sesuatu yang baik.

Begitupun ketika membeli makanan bersama-sama atau patungan. Pastikan semua yang ikut patungan mendapatkan bagiannya. Jangan ketika makanan itu ada, kemudian habis dalam sekejap dan yang turut berpartisipasi tidak ikut menikmatinya. Kecuali jika orang itu sudha merelakan bagiannya, tapi akan kurang baik jika orang tersebut turut menyumbangkan uangnya tapi tidak ikut menikmati makanannya bersama-sama.

4. Cara berpakaian

Gunakanlah pakaian yang pastinya sopan dan tidak terlalu mencolok. Pakaian yang sesuai dengan tema adalah yang terbaik. Pakaian bagi laki-laki tidak terlalu rumit, kemeja dan celana panjang sudah termasuk pakaian yang wajar dan normal bagi karyawan. Sementara wanita bisa memakai dress sopan ataupun kemeja dengan rok.

Cara berpakaian ini juga seringkali diatur oleh perusahaan. Di Indonesia sendiri, ada hari khusus dimana karyawan diwajibkan untuk memakai batik. Ada pula perusahaan yang mempunyai seragam untuk dipakai oleh karyawannya secara rutin.

5. Menunda meeting

Ketika mengatur pertemuan dengan klien ataupun orang lain juga ada etikanya. Misalnya dalam menentukan lokasi dan juga waktunya, begitupun ketika ingin melakukan penundaan. Jangan memberitahukan penundaan ketika klien sudah sampai ditempat pertemuan. Sebaiknya diskusikan tentang penundaan, setidaknya sebelum klien itu berangkat. Lebih cepat informasi itu diberitahukan akan lebih baik. Sehingga klien tersebut dapat melakukan pekerjaannya yang lain.

Menunda meeting juga dapat mengurangi penilaian dari klien terhadap perusahaan Anda. Maka dari itu, jika Anda harus lakukan penundaan, sebaiknya harus didasari oleh alasan yang sangat kuat. Beritahukan juga kepada klien alasan Anda menunda meetingnya. Usahakan agar klien tersebut tidak menjadi kecewa terhadap Anda dan mau untuk dijadwalkan ulang.

Semakin Anda mengerti etika dalam bisnis, semakin baik pula kesan dan pesan yang Anda berikan bukan hanya bagi perusahaan lain tapi perusahaan Anda sendiri.

Baca juga: Bagaimana Memaksimalkan Kemampuan Kandidat Overqualified ?

Related Posts