in Tips Dunia Kerja

Bagaimana Cara Merekrut Generasi Z?

JobSmart Indonesia

Di era sekarang ini, rekruter tidak lagi berfokus pada mencari kandidat yang termasuk generasi Y melainkan generasi Z. Sebelum lebih dalam lagi membahas bagaimana cara merekrut generasi  mereka, sudah tahukah Anda, siapa saja yang termasuk generasi z ?

Generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1994-2004. Keunggulan dari generasi ini adalah mereka hadir saat perkembangan teknologi sudah pesat. Sejak kecilnya mereka sudah terbiasa dengan teknologi untuk berkomunikasi. Bahkan mereka lebih fasih menggunakan teknologi dibandingkan bersosilisasi di dunia nyata. Selain sudah akrab dengan teknologi sedari kecil, salah satu keunikan dari generasi Z ini adalah mereka cenderung menggunakan gaya multitasking atau mampu melakukan pekerjaan sekaligus.

Berbekal dari informasi yang dengan mudah bisa didapatkan dari internet, gen Z cenderung dapat melakukan pekerjaan dengan mudah, sehingga dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan secara bersamaan.

Dalam dunia kerja, saat ini adalah era nya gen Z untuk berkarir. Dari segi usia dan juga tingkat pendidikan, sudah memampukan mereka untuk menghasilkan karya dalam bentuk pekerjaan.  Maka dari itu, sebagai seorang rekruter, Anda harus bisa mengetahui bagaimana cara memilih gen Z dan pekerjaan seperti apa yang cocok dengan kepribadian mereka.

Dengarkan untuk mengenal mereka lebih dekat

Cara termudah untuk mengetahui karakter dari sebuah generasi adalah dengan mendengarkannya. Berdasarkan survey, sebanyak 54% generasi Z berharap mendapatkan pekerjaan dari internet. Banyaknya situs pencari kerja juga menjadi salah satu alasan mengapa hampir setengah dari generasi Z mencari pekerjaan secara online.

Generasi Z yang sudah terbiasa dengan kemudahan yang diberikan oleh hadirnya teknologi internet ini, menginginkan sesuatu yang lebih mudah. Jika generasi sebelumnya harus bersusah payah pergi ke kantor untuk melakukan psikotes, sekarang psikotes tersebut bisa dilakukan secara online. Hal seperti itulah yang cocok bagi kebiasaan dan juga karakter dari generasi Z. Selain mengikuti perkembangan zaman, metode yang tepat akan cocok untuk mendapatkan kandidat yang tepat.

Branding perusahaan secara digital

Istilah branding sering kali diidentikan dengan pencitraan dan seringkali dianggap negative ketika hal itu berarti tidak menunjukan sifat asli dari perusahaan. Padahal branding yang dimaksud adalah bagaimana perusahaan itu ingin dipandang oleh masyarakat luas dan bagaimana agar hal itu bisa terwujud. Bukan dengan berpura-pura dan berubah demi kebaikan. Salah satu contohnya adalah Google. Perusahaan teknologi ini dikenal dengan budaya kerjanya yang santai dan juga menyenangkan. Dengan warna-warna yang terkandung dalam logo perusahaan, sampai pada penampilan dari karyawannya. Hal itu menciptakna citra Google dimata masyarakat.

Belum lagi, penggunaan teknologi dalam dunia kerja bukanlah hal baru. Contohnya dalam melakukan rekrutmen karyawan bisa menggunakan sistem seleksi otomatis. Dengan begitu, proses rekrutmen dapat berjalan lebih cepat dan juga memudahkan rekruter. Lebih cepat kandidat mendapatkan pekerjaan, lebih cepat juga kandidat tersebut memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Gen Z merupakan generasi yang sudah terbiasa dengan teknologi dan dapat menerima informasi dari berbagai sumber seperti media sosial. Hal itu juga yang nantinya akan mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan pengambilan kerja. Terutama dalam dunia digital, mereka dengan mudah menilai sesuatu dari apa yang dilihat dari internet. Maka dari itu, penilaian yang diberikan oleh orang lain yang ada di internet akan mempengaruhi mereka dalam mengambil keputusan. Jadi, perusahaan haruslah melakukan branding secara digital juga, karena target mereka mayoritas adalah generasi Z yang sangat dekat dengan internet.

Berikan fasilitas yang mendukung mereka  

Setiap generasi memiliki berbedaan serta keunggulannya masing-masing, khususnya dalam dunia kerja. Tren kerja saat ini pun juga sudah berubah, jika dulunya anak muda berlomba-lomba mencari pekerjaan. Sekarang banyak anak muda dari generasi Z yang justru membuka lapangan pekerjaan. Maka dari itu, jika perusahaan ingin merekrut mereka, haruslah dapat mengerti apa yang mereka inginkan.

Kecenderungan mereka untuk melakukan apa yang mereka inginkan sangatlah besar. Berada dalam tekanan justru tidak akan membuat mereka menjadi produktif. Dengan memberikan kebebasan diiringi dengan tanggung jawab, hal itu justru yang membuat mereka semakin produktif dan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Mungkin terdengar aneh ketika generasi Z yang belum berpengalaman dalam dunia kerja, namun memiliki banyak keinginan. Namun mereka juga bersedia untuk bekerja siang dan malam bahkan pada hari libur untuk mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Kehidupan mereka yang lebih fleksibel dan tidak mengenal waktu itu dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Tapi tidak lupa, kebahagiaan dari karyawan juga merupakan aset bagi karyawan. Inilah saat yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan investasi bagi karyawannya. Perusahaan harus menyadari bahwa karyawan adalah asetnya.

Merekrut kandidat dari generasi Z bukanlah hal sulit jika metode rekrutmen yang digunakan cocok. Hilangkan proses manual yang dan gantikan dengan sistem yang mempermudah. Karena generasi inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan.

Baca juga : Kesalahan yang Sering Terjadi  Pada Saat Wawancara

Related Posts