in Tips Dunia Kerja

Kesalahan yang Sering Terjadi  Pada Saat Wawancara

JobSmart Indonesia

Mendapatkan undangan untuk melakukan wawancara merupakan kabar yang menggembirakan. Kenapa? Karena itu berarti kandidat tinggal selangkah lagi untuk diterima bekerja. Hal itu juga berarti kandidat telah berhasil melewati satu tahapan dalam rekrutmen, yaitu psikotes.

Agar proses wawancara juga dapat dilalui dengan baik, maka kenali dan hindari kesalahan apa saja yang sering terjadi pada saat wawancara:

1. Datang Terlambat

Masyarakat Indonesia, terutama yang berada di kota besar sekitaran ibukota pasti sudah sering sekali mengalami keterlambatan dan menganggapnya sebagai hal yan biasa. Macet seringkali dijadikan alasan yang diberikan agar orang lain mau memakluminya. Padahal terlambat itu adalah sebuah kesalahan yang sebaiknya tidak dianggap wajar.

Datang terlambat pada saat wawancara juga tidak hanya menunjukan bahwa kamu bukanlah orang menghargai waktu tapi juga kamu tidak mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi itu adalah waktu kamu bertemu dengan orang yang mengambil keputusan kamu akan diterima bekerja atau tidak. Maka dari itu, persiapkan diri dengan baik. Datang lebih awal akan membuatmu menjadi lebih nyaman. Dibandingkan datang tepat waktu dan langsung melakukan wawancara.

2. Telepon yang berdering saat wawancara

Menerima telepon saat sedang berbicara dengan orang lain bukanlah sebuah perbuatan yang sopan. Begitupun dengan telepon yang berdering pada saat wawancara kerja. Hal itu akan meninggalkan kesan yang bahwa kamu tidak profesional dan tidak dapat mementingkan mana yang menjadi prioritas. Walaupun telepon itu berdering dan kamu tidak menjawabnya, tapi tetap saja dering telepon tersebut juga telah membuyarkan konsentrasi dari rekruter.

3. Menjelekkan perusahaan lama

Walaupun kamu tidak suka bekerja di perusahaan lamamu dan banyak hal salah yang terjadi disana, tapi bukan berarti kamu dapat menjelekkan perusahaan lama. Selain itu, sikap yang suka menjelekkan orang lain bukanlah hal yang baik. Dalam dunia pekerjaan, haruslah bersikap profesional. Bagaimanapun juga perusahaan tempatmu melamar itu juga tidak ingin kamu melakukan hal yang sama ketika kamu tidak.

4. Tidak kontak mata saat wawancara

Pada saat berbicara dengan orang lain, sebaiknya ada kontak mata. Tapi bukan berarti pada saat berbicara harus selalu melihat ke mata dari lawan bicara. Sesekali berani menatap langsung ke matanya dapat menunjukan bahwa kamu adalah orang yang percaya diri.

Anggaplah lawan bicaramu itu membutuhkanmu sama halnya kamu membutuhakn pekerjaan itu. Dengan begitu, kamu tidak merasa takut ataupun kurang percaya diri. Dengan rasa percaya diri yang kuat namun tidak berlebihan, hal itu akan membawa hal yang positif terjadi padamu.

5. Tidak mencari tahu posisi yang dilamar

Seringkali karena sudah putus asa dan ingin segera melamar pekerjaan, kamu melamar di perusahaan yang kamu inginkan tanpa mengetahui dengan jelas jenis pekerjaanya. Ketika ditanyai oleh user, apa yang sudah kamu ketahui tentang pekerjaan itu,lalu kamu berubah menjadi blank dan tidak tahu apa-apa.

walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk melamar pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan yang dilakukan sebelumnya. Tapi sebelumnya kamu harus mencari tahu dulu seperti apa lingkup kerja yang ada didalamnya. Dengan begitu, ketika diberikan pertanyaan, kamu sudah menguasai dan dapat memberikan jawaban yang diinginkan oleh orang yang mewawancarimu.

6. Kurang paham tipe wawancara

Dalam proses rekrutmen, terdapat beberapa tahapan wawancara yaitu wawancara dengan HRD dan dengan user. Cara penyampaiannya pun berbeda, maka dari itu kandidat harus dapat mengetahui perbedaan dari kedua wawancara tersebut. Wawancara dengan HRD, lebih menjelaskan terhadap hak dan kewajiban dari kandidat jika menjadi karyawan nanti, begitupun bernegosiasi mengenai gaji dan fasilitas yang akan didapatkan.

7. Tidak menanyakan pertanyaan apapun

Pada saat wawancara, kandidat pun diberikan waktu untuk mengajukan pertanyaan. Seringkali kesempatan itu tidak digunakan dengan baik. Padahal dengan menanyakan pertanyaan yang ingin diketahui oleh kandidat dapat menambah daya tarikmu. Sebagai kandidat, kamu memberikan kesan bahwa perusahaan juga membutuhkanmu dan kamu tidak terlihat bahwa kamu terlalu berharap bekerja di perusahaan itu.

Itu tadi, kesalahan yang sering terjadi. Maka dari itu,jadikan ketujuh hal diatas sebagai bahan pembelajaran dan jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi.

Baca juga : Panduan Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan

Related Posts