in Tips Dunia Kerja

Panduan Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan

JobSmart Indonesia

Rekrutmen merupakan proses yang penting dalam sebuah perusahaan. Sebab darisitulah akan hadir karyawan-karyawan yang kompeten dan dapat membangun perusahaan. Ciri perusahaan yang baik dapat terlihat jelas dari karyawannya. Karyawan merupakan aset yang paling berharga dari perusahaan. Sebesar apapun perusahaan, jika tidak bisa menemukan karyawan yang tepat, maka akan sulit untuk mengembangkan diri.

Maka dari itu, dibuatlah proses rekrutmen, dimana hal ini bertujuan untuk menemukan bukan hanya karyawan yang baik, namun juga yang tepat untuk bekerja di perusahaan tersebut. Setiap perusahaan memiliki budaya dan juga cara kerja yang berbeda. Hal itulah yang membuat perusahaan bukan hanya harus mencari karyawan yang baik tapi juga tepat. Banyak karyawan yang baik dan berkualitas, namun jika tidak cocok dengan budaya dan juga cara kerja perusahaan tersebut maka akan sulit untuk membuat perusahaan itu semakin berkembang.

Temukan karyawan yang tepat

Menemukan karyawan yang tepat merupakan sebuah kebutuhan bagi perusahaan. Bagaikan mencari pasangan hidup, hubungan antara perusahaan dan karyawan agar dapat terjalin dengan baik, bukan hanya semata-mata sesuai dengan kualifikasi yang diberikan saja. Tapi juga dapat bekerja sama dengan karyawan lainnya dengan baik.

Terdapat beberapa jenis perusahaan yang ada di Indonesia. Salah satu contoh perusahaan yang sedang terkenal saat ini adalah start up. Bekerja di perusahaan start up tentu saja berbeda dengan di perusahaan yang sudah go public. Tentunya karakter dan kriteria karyawan tersebut juga berbeda. Begitupun dengan perusahaan keluarga ataupun yang pendirinya masih memiliki hubungan kekerabatan. Pasti juga memiliki budaya dan lingkungan yang berbeda juga.

Untuk itu penting sekali bagi perusahaan untuk menemukan karyawan yang tepat. Dengan menemukan karyawan yang tepat, karyawan tersebut tidak akan merasa terbebani saat bekerja, justru dia akan merasa senang saat menerima tantangan. Hal itupun yang akan membuat perusahaan menjadi lebih beruntung, karena otomatis produktivitas karyawan akan semakin meningkat.

Lakukan prosesnya dengan benar

Salah satu cara untuk mengetahui apakah karyawan yang direkrut itu merupakan karyawan yang tepat adalah dengan melakukan proses rekrutmen dengan baik dan benar.

Berikut tahapan dari proses rekrutmen yang terjadi di perusahaan.

  1. Memilih media lowongan yang benar

jika ingin mendapatkan ikan laut, maka jangan mancing di sungai. Karena sudah pasti tidak akan menemukan ikan laut. Pentingnya media yang digunakan pada saat membuka iklan lowongan kerja akan berpengaruh pada kandidat yang melamar pada perusahaan tersebut. Untuk itu, cermati dan pilih media mana yang tepat dengan target dari kandidat yang diinginkan.

Mencari kandidat yang berada di top level harus menggunakan media yang lebih spesifik dibandingkan mencari kandidat yang berada di level biasa saja. Contohnya, jika inign menyaring top level kandidat selevel manager, Linkedin bisa menjadi media yang tepat. Sebab disanalah para profesional yang sudah memiliki kelas berada. Namun jika ingin mencari jumlah kandidat yang banyak, bisa memasang iklan di situs pencari kerja ataupun media sosial.

  1. Menyeleksi kandidat yang melamar

Setelah memasang iklan, tahapan yang selanjutnya harus dilakukan adalah menyeleksi kandidat. Walaupun dalam iklan lowongan kerja sudah dicantumkan kriteria dan persyaratan bagi yang ingin melamar, namun tetap saja banyak kandidat yang masih mencoba peruntungannya. Hal itu yang membuat proses penyaringan kandidat oleh rekruter menjadi semakin lama dan sulit.

Berdasarkan survey, rata-rata rekruter membutuhkan waktu 2 detik untuk menyeleksi setiap CV kandidat. Walaupun 2 detik sudah tergolong cepat untuk menyeleksi sebuah CV, namun jika jumlahnya ribuan tetap saja masih membutuhkan waktu yang lama.

Namun sekarang, seiring dengan perkembangan teknologi, sudah ada screening kandidat otomatis. Dengan sistem ini, rekruter tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menyeleksi ribuan CV. Berapa pun CV yang akan diseleksi, hasilnya sudah akan langsung keluar dalam beberapa detik saja.

  1. Tes Psikologi

Tes psikologi ini hampir selalu ada di setiap proses rekrutmen perusahaan. Demi mengetahui apakah karakter dan kepribadian kandidat tersebut tepat atau tidak.  Dengan berbagai jenis tes yang dibuat oleh tim psikolog akan memperlihatkan seperti apa kepribadian dari kandidat tersebut dan bagaimana tipe bekerja mereka.

Dari tes psikotes ini seringkali membuat rekruter harus bekerja lebih keras, karena tes ini mengharuskan kandidat datang ke kantor. Baik rekruter dan kandidat pun harus mengeluarkan usaha ekstra, baik itu menyediakan waktu dan juga energy untuk menjalani psikotes tersebut.

Situs pencari kerja sekarang ini pun sudah ada yang melayani tes psikologi online. Sehingga sebagai rekruter akan lebih mudah lagi dalam melihat hasil kepribadian dan karakteristik dari kandidat tersebut. Rekruter tidak perlu repot mengundang kandidat untuk datang ke kantor, kandidat pun tidak perlu meluangan waktu, uang dan tenaga untuk datang ke kantor sebab kandidat bisa menyelesaikan tes itu secara online dimana saja dan kapan saja.

  1. Interview dengan HRD

Setelah berhasil melewati tes psikologi, kandidat biasanya akan langsung diundang untuk melakukan interview dengan HRD. Pada saat interview tersebut, kandidat akan diberikan pertanyaan yang  cenderung sama dengan perusahaan lainnya. Pertanyaan standar tersebut bisa berupa :

  • Apa yang membuat kandidat melamar di perusahaan tersebut?
  • Apa kelebihan dari kandidat?
  • Apa kelemahan kandidat?
  • Mengapa kandidat memutuskan keluar dari tempat kerja sebelumnya?

Pertanyaan dasar itu, kini bisa dijawab juga secara online. Tentu saja ini sangat memudahkan rekruter. Seringkali rekruter merasa tidak enak ketika harus membuang banyak waktu melanjutkan wawancara padahal rekruter sudah mengetahui dari percakapan awal bahwa kandidat itu bukanlah kandidat yang tepat. Namun karena menghargai usaha kandidat untuk datang ke kantor, rekruter pun menjadi segan untuk mengakhiri sesi interview dengan cepat. Padahal, justru dengan melanjutkan interview dengan kandidat yang sudah jelas tidak cocok akan membuang banyak waktu kandidat.

  1. Negosiasi gaji

Pada tahapan ini, kandidat dan perusahaan akan saling menegosiasikan gaji. Penentuan gaji pun disesuaikan oleh job description yang diberikan, serta struktur gaji yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Latar belakang pendidikan dan juga lamanya pengalaman yang dimiliki kandidat akan mempengaruhi besaran gaji yang akan diberikan.

Jika kandidat dan perusahaan sama-sama mencapai kata sepakat dalam negosiasi gaji, maka kandidat dapat langsung mulai bekerja di perusahaan itu, dan proses rekrutmennya sudah berhasil. Namun jika kandidat ternyata tidak sesuai, maka rekruter harus melakukan proses rekrutmen dari awal lagi.

Baca juga : Jangan Merasa Bersalah, Berikanlah Surat Penolakan Bagi Kandidat

Related Posts