in Tips Dunia Kerja

Etika Merekrut Kerabat atau Keluarga Di Kantor?

JobSmart Indonesia

Salah satu pekerjaan dari HRD adalah merekrut karyawan bagi perusahaan. Namun, bagaimana jika karyawan yang direkrut adalah kerabat atau keluarga dari HRD itu sendiri. sebenarnya sah-sah saja asalkan memang kandidat tersebut cocok untuk pekerjaan tersebut.

Tapi namanya juga masyarakat Indonesia yang sukanya ngomongin orang, hal itu seringkali dijadikan sesuatu yang asik dan menarik untuk diperbincangkan. Dihubungkan dengan isu nepotisme yang memang sudah berlangsung sejak dulu, membuat HRD mengutamakan memberikan pekerjaan pada keluarga atau kerabatnya. Sehingga hal itu dianggap tidak adil atau curang bagi orang banyak. karena kesempatan mereka untuk mendapat pekerjaan akan semakin kecil. Bahkan ada anggapan, bahwa sulit untuk masuk ke perusahaan tertentu jika tidak ada kenalan. Dan stigma itu pun masih ada hingga saat ini.Lalu, apakah HRD tidak boleh merekrut keluarga atau kerabatnya sendiri?

Nah, supaya terlepas dari isu negatif ketika ingin memrekrut keluarga atau kerabat, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Buat standar yang jelas

Bukan hanya sekedar persyaratan yang harus dibuat oleh rekruter ketika ingin merekrut karyawan baru, tapi juga standar. Hal ini bukan saja persyaratan yang gampang terlihat, seperti tingkat pendidikan, ataupun lamanya pengalaman kerja, tapi juga potensi yang diharapkan dimiliki oleh kandidat tersebut. Dengan mempunyai standar yang jelas, maka kamu tidak akan kesulitan untuk mencari karyawan yang tepat dan punya alasan yang tegas untuk menolak kandidat yang tidak sesuai dengan standarmu.

  • Tanyakan pendapat rekan satu tim

Terbukalah pada rekan satu tim Anda mengenai orang seperti apa yang ingin Anda rekrut. Bagaimana pun juga, pendapat dari rekan satu tim itu sangatlah penting. Sebab kadangkala, subjektifitas akan muncul jika Anda bekerja sendiri. Jelaskan pada mereka kalau Anda ingin memperlakukan setiap kandidat dengan sama dan Anda membutuhkan bantuan mereka untuk membuat hal itu menjadi nyata.

Jika akhirnya Anda merekrut keluarga atau kerabat, satu hal yang perlu diperhatikan adalah staff lainnya dikantor akan sulit untuk memberikan masukan atau kritik terhadap produktivitas mereka. Karyawan lain akan merasa sungkan untuk membicarakan keluarga atau kerabat Anda. Apalagi jika Anda memiliki posisi yang penting di perusahaan itu. Maka dari itu, lakukan proses rekrutmen dengan benar sebelum akhirnya memutuskan untuk merekrut keluarga atau kerabat Anda.

Baca juga : Bagaimana Merekrut Team Start Up ?

Related Posts