in Tips Dunia Kerja

Pengalaman vs Potensi, Mana yang Lebih Penting?

JobSmart Indonesia

Mayoritas perusahaan di Indonesia menganggap lamanya pengalaman kerja yang dimiliki oleh kandidat adalah faktor yang penting. Karena hal itu dirasa mampu menunjukan kualitas yang dimiliki oleh kandidat tersebut. Tidak jarang, seorang fresh graduate akan mudah sekali ditolak dengan seseorang yang sudah memiliki pengalaman kerja walaupun hanya beberapa bulan.

Hal itulah yang membuat banyak sarjana di Indonesia menyumbang angka pengangguran yang cukup besar selain memang karena jumlah pencari kerja yang memang lebih banyak daripada lapangan kerja itu sendiri, namun fresh graduate cenderung lebih sulit untuk mencari pekerjaan.

Nyatanya pengalaman tidaklah dapat membuktikan bahwa orang itu produktif atau cocok untuk bekerja di posisi yang perusahaan butuhkan. Justru tidak jarang, salah merekrut yang dilakukan oleh perusahaan ada pada jajaran atas, yang cenderung memiliki pengalaman kerja yang cukup lama.

Misalnya saja seseorang yang telah bekerja selama 5 tahun namun masih mengerjakan pekerjaan yang sama dan tidak pernah dipromosikan tentu bukanlah orang yang tepat dengan yang Anda butuhkan. Dan bukan tidak mungkin seseorang yang baru bekerja selama setahun namun sudah dipromosikan untuk menjadi manager. Hal itulah yang seharusnya dilihat dari perusahaan, karena bukanlah lamanya pengalaman kerja namun potensi dan usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh kandidat tersebut dan memberi dampak yang berarti bagi perusahaan.

Perusahaan pastinya ingin mencari kandidat yang produktif, dan hampir semua rekruter fokus pada lamanya pengalaman kerja untuk melihat apakah kandidat tersebut memiliki kemampuan yang baik atau tidak. Padahal hal itu bukanlah faktor penentu apakah kandidat tersebut akan produktif dalam bekerja. Maka dari itu, sekarang rekruter harus mulai melihat potensi apa yang dimiliki oleh kandidat, apakah kandidat tersebut memiliki kepribadian yang sesuai dengan perusahaan, karena besarnya pengalamana yang dimiliki oleh kandidat jika kepribadiannya tidak sesuai maka perusahaan dan juga kandidat tidak akan berkembang.

Baca juga : Bagaimana Teknologi Mengubah Proses Rekrutmen

Related Posts